Tempat Lamaran Di Jogja Balkondes Tuksongo Borobudur Aja!

Tempat Lamaran Di Jogja Balkondes Tuksongo Borobudur Aja! Banyak yang bertanya kenapa saya memilih tempat di luar rumah saya untuk Tempat Lamaran di Jogja

Tempat Lamaran Di Jogja Balkondes Tuksongo Borobudur Aja

Banyak yang bertanya kenapa saya memilih tempat di luar rumah saya untuk Tempat Lamaran di Jogja. Sebenarnya, saya sangat ingin mengadakan salah satu acara terpenting dalam hidup saya di rumah.

 

Tapi sayang, saya harus realistis karena rumah itu hanya bisa menampung sekitar 10-20 tamu, padahal pada acara lamaran kemarin ada sekitar 50 tamu yang datang.

 

Tempat Lamaran Di Jogja

Buat kamu yang belum dilamar mungkin ada yang kaget karena sudah banyak tamu yang datang. Soal tamu ini semua kembali ke keluarga masing-masing.

 

Di tempat lamaran di Jogja kemarin, saya dan Kuncoro hanya mengundang keluarga terdekat saja. Karena kenyataan bahwa hanya ada sedikit keluarga dari pihak saya, hanya 15 hingga 20 orang yang hadir dari pihak saya. Saya lupa persisnya.




 

Sedangkan keluarga Kuncoro cukup besar. Hanya dari satu garis keturunan ayahnya saja, ada sekitar 20 orang. Sedangkan dari ibu sekitar 5 sampai 10 orang. Oleh karena itu, saya mencari keselamatan dengan mengadakan acara lamaran di luar rumah.

 

Penting bagi saya untuk memberikan kenyamanan bagi tamu undangan, baik dari keluarga saya maupun keluarga Kuncoro. Apalagi yang datang adalah keluarga terdekat, jadi kenyamanan memang menjadi poin penting. Jadi jika kami rangkum dalam beberapa poin, berikut adalah pertimbangan kami untuk memilih tempat melamar di Jogja.

 

Gedung Pernikahan Di Jogja untuk Sekitar 500 Tamu Undangan

Jumlah tamu yang hadir melebihi kapasitas rumah

Keluarga kecilku. Jadi akan lebih nyaman jika lamaran dilakukan di luar rumah. Restoran, hotel, atau resort bisa menjadi pilihan. Kami memilih venue di selatan Candi Borobudur yang semi terbuka karena lamaran dilakukan pada sore hari. Suasananya pas!

 

Praktis

Kesan langsung muncul di benak kami saat memilih tempat lamaran di luar rumah. Sekali lagi, mengingat ruang yang sempit di rumah, pengaplikasiannya akan lebih rumit. Karena jika acara diadakan di rumah, otomatis piring kotor dan sampah menjadi tanggung jawab keluarga saya sepenuhnya.

 

Lelah menyiapkan aplikasi, lelah aplikasi, kita masih harus membersihkan. Namun di sisi lain, ketika acara tersebut diadakan di tempat di luar rumah kita, tanggung jawab itu bukan tanggung jawab kita. Setelah acara, kamu bisa langsung pulang!




 

Suasana yang lebih nyaman

Juga pertimbangan ketiga saya. Sebenarnya ini masih berhubungan dengan ruang kok. Karena ruang untuk tempat lamaran saya luas dan pada sore hari suasananya khusyuk, maka saya memutuskan untuk melamar di luar rumah saya.

 

Dan tak lupa, lamaran di luar rumah ini juga dilamar oleh orang tua dan calon mertuaku. Dia adalah orang yang beriman, jadi dia ingin bisa menikmati acara selama acara dan tidak terlalu lelah setelahnya. Meskipun kenyataan mengatakan sebaliknya, saya kelelahan dan tidak nafsu makan hampir dua minggu setelah lamaran!

 

Hanya tiga hal itu yang menjadi pertimbangan utama saya untuk memutuskan acara lamaran yang akan diadakan di tempat selain rumah. Tidak lengkap rasanya jika saya tidak membahas hal-hal lain yang menjadi pertimbangan saat memilih venue.




 

Saya yakin, teman-teman yang sedang merencanakan pernikahan pasti akan atau sedang mengalami pusing karena memikirkan apakah akan melamar di rumah atau di luar. Jadi, inilah pertimbangan saya ketika memilih tempat:

 

Lokasi Venue

Ketika kami awalnya memutuskan untuk mengadakan upacara lamaran di luar rumah, Kuncoro dan saya memutar otak untuk memilih lokasi yang paling tepat. Apakah di Jogja yang dekat dengan kita, tapi memakan waktu sekitar satu jam dari kediaman orang tua kita? Atau di Magelang tepatnya Muntilan yang dekat dengan tempat tinggal orang tua?

 

 

Awalnya kami masih enggan mencoblos di Jogja, tapi di wilayah utara dan sekitar Jalan Magelang belasan kilometer. Kami bahkan sempat survey dan test makanan di Restoran Pringsewu, tapi akhirnya keputusan kami berubah karena orang tuaku sepertinya menginginkan acara lamaran yang tidak jauh dari rumah. Dan, calon mertua sedikit kurang nyaman dengan rasa makanan di restoran tersebut.




 

Akhirnya kami mengunjungi Balkondes Tuksongo sambil mencari tempat untuk pernikahan nanti. Kami juga bertanya kepada Anda semua apakah kami bisa membuat aplikasi di sana. Ternyata bisa dan harga yang ditawarkan lebih murah dari resto di Jogja. Akhirnya kami langsung booking tanggalnya!

 

Menentukan Budget

Saya ketat tentang keuangan. Pokoknya waktu itu saya coba dengan budget seminimal mungkin, tapi hasilnya lebih dari harga itu. Mustahil? Tidak! Kuncinya hanya bersabar dan jeli dalam persiapan ini.

 

Jadi dari awal saya sudah membuat kerangka pengeluaran agar pada saat survey untuk test makanan, kita sudah memiliki patokan budget yang ingin kita keluarkan. Jika Anda adalah tim yang hemat seperti saya, saya sarankan Anda tidak memiliki anggaran yang besar untuk acara lamaran. Lebih baik mengalokasikannya untuk memaksimalkan pernikahan Anda atau membeli tiket bulan madu!




 

Detail Fasilitas

Ketika saya mensurvei tempat untuk aplikasi saya, saya memperhatikan detail fasilitas yang ditawarkan oleh tempat tersebut. Misalnya kursi apa, ruangan atau ruangan seperti apa, lalu parkirannya luas atau tidak, toiletnya bersih atau tidak, kalau bawa makanan dari luar akan dikenakan biaya atau tidak, bisa dihias sendiri atau punya untuk menggunakan jasa lain, berapa lama masa sewa, staf siap membantu atau tidak dan sebagainya.

 

Hal-hal semacam ini harus dicatat dan ditanyakan saat bertemu dengan pengelola venue. Karena hanya satu lompatan bisa menjadi risiko besar. Misalnya, jika Anda membawa makanan dari luar, Anda akan dikenakan biaya beberapa ratus ribu, sementara ibu saya masih ingin membawa satu atau dua piringnya untuk disajikan di acara lamaran.

 

10 Wedding Package Jogja Murah dan Terbaik Beserta Harganya

Suasana Venue

Tidak dapat disangkal bahwa suasana venue sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi jika mengetahui akan ada anak kecil yang datang ke aplikasi kita. Alhasil, kami memilih tempat yang ramah untuk anak-anak dan tidak membosankan bagi mereka. Sehingga dapat meminimalisir resiko anak rewel karena tidak nyaman.



 

Alasan kami memilih Tempat Lamaran di Jogja Balkondes Tuksongo Borobudur untuk tempat lamaran kami bukan hanya karena lokasinya yang dekat dengan rumah orang tua dan saudara kami, tetapi suasana di tempat ini sangat membuat kami betah dan nyaman. Suasananya berada di pinggir persawahan dengan pemandangan tanaman padi yang hijau disekitarnya.

 

Pada sore hari angin bertiup sepoi-sepoi sehingga menambah kesan nyaman. Kemudian tempatnya cukup luas sehingga anak-anak bisa berlarian kesana kemari. Terakhir, ada banyak spot foto menarik yang bisa dijadikan sebagai pengganti photo booth. Kalau saya bilang, “photo booth sudah disediakan Allah” haha! Tidak ada kerumitan!

 

Waktu Lamaran

Sejak awal, saya dan Kuncoro telah sepakat untuk mengadakan upacara lamaran pada siang hari. Baik pagi hingga siang atau sore hingga malam. intinya jangan malam hari karena akan lebih nyaman untuk keluarga.



 

Alhamdulillah keluarga kami setuju dan itu mempengaruhi kami ketika mencari tempat. Setelah kami sepakat untuk memilih tempat lamaran di Jogja Balkondes Tuksongo Borobudur, kami mempertimbangkan waktunya hingga akhirnya kami sepakat untuk memilih dari siang hingga sore hari.

 

Tepatnya dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Awalnya kami memilih start sekitar pukul 15.00 WIB, namun karena takut terlambat, akhirnya kami majukan dan ternyata benar molor satu jam. Tapi itu tidak masalah karena kami sudah memperkirakan waktu sebelumnya.

 

Nah, pada sore hari kami mendapat momen terbaik karena cuaca tidak terlalu panas, masih cerah sehingga para tamu bisa leluasa berfoto di venue, semilir angin membuat kami betah bercengkerama berlama-lama, dan suasananya. sangat bagus karena ada hamparan sawah di depan kami. kami dan puncak stupa Borobudur yang mencuat di depan kami.



 

Penutup

Itulah jawaban kenapa saya dan Kuncoro memilih tempat lamaran di Jogja. Seperti yang saya katakan di awal, ada keinginan dalam diri saya untuk melakukannya di rumah, tetapi saya harus realistis dengan beberapa pertimbangan.

 

Setelah mempertimbangkan dengan matang tempat pengajuan permohonan, maka kami juga masih mempertimbangkan beberapa hal agar pemilihan tempat tersebut benar-benar tepat. Jadi, itu saja untuk menulis tentang tempat untuk aplikasi ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya masih tentang kisah pertunangan! Pantau terus!

 

Sumber: ernykurnia.com